Abstrak Penelitian
Berkat kemajuan teknologi, kini dimungkinkan untuk mengambil video dari
perangkat multimedia yang lebih mudah seperti ponsel. Namun, karena gerakan
tangan pengguna, kamera pada benda yang bergerak atau getaran yang dihasilkan
karena benda bergerak, video yang diambil menjadi tidak stabil. Karena kurangnya
instrumen penstabil profesional, gerakan serius yang tidak diinginkan dalam video
seperti gambar bergetar (shaky), dengan demikian menyebabkan ketidaknyamanan
visual. Sehingga dibutuhkan video yang stabil dan memberikan kenyaman bagi
pengguna untuk menonton video. Penelitian ini mengembangkan sistem stabilisasi
video dengan deteksi fitur titik menggunakan algoritma Shi-Tomasi. Proses feature
point detectors merupakan proses pengolahan data gambar untuk mendeteksi
keberadaan feature point atau interest point dalam sebuah gambar. Feature point
merupakan titik piksel pada gambar yang memuat informasi tertentu dari sebuah
gambar. Algoritma Shi-Tomasi Corner Detector merupakan metode deteksi objek
sudut yang dikembangkan oleh J.Shi dan C. Tomasi pada tahun 1994. Metode ini
merupakan hasil modifikasi dari metode Harris Detector. Namun, metode ini
memiliki tingkat komputasi yang lebih sederhana. Objek sudut (Corners)
direpresentasikan sebagai titik piksel yang memiliki selisih nilai eigen pada sumbu
x dan y paling minimal. Hasil penelitian diperoleh deteksi fitur titik sebanyak 200
titik dengan nilai tertinggi dengan nilai R > 0,01 dan berjarak 30 piksel untuk setiap
titik, sehinga dapat diproses untuk menghitung jarak titik terhadap pergeseran
video. Hasil dari stabilisasi video merupakan hasil yang baik dari deteksi fitur
dengan persentase video sesudah diproses mengalami peningkatan terhadap video
yang belum diproses. Pada 10 video yang diuji, diperoleh peningkatan kestabilan
rata-rata 2% hingga 20% dari video yang belum diproses.
perangkat multimedia yang lebih mudah seperti ponsel. Namun, karena gerakan
tangan pengguna, kamera pada benda yang bergerak atau getaran yang dihasilkan
karena benda bergerak, video yang diambil menjadi tidak stabil. Karena kurangnya
instrumen penstabil profesional, gerakan serius yang tidak diinginkan dalam video
seperti gambar bergetar (shaky), dengan demikian menyebabkan ketidaknyamanan
visual. Sehingga dibutuhkan video yang stabil dan memberikan kenyaman bagi
pengguna untuk menonton video. Penelitian ini mengembangkan sistem stabilisasi
video dengan deteksi fitur titik menggunakan algoritma Shi-Tomasi. Proses feature
point detectors merupakan proses pengolahan data gambar untuk mendeteksi
keberadaan feature point atau interest point dalam sebuah gambar. Feature point
merupakan titik piksel pada gambar yang memuat informasi tertentu dari sebuah
gambar. Algoritma Shi-Tomasi Corner Detector merupakan metode deteksi objek
sudut yang dikembangkan oleh J.Shi dan C. Tomasi pada tahun 1994. Metode ini
merupakan hasil modifikasi dari metode Harris Detector. Namun, metode ini
memiliki tingkat komputasi yang lebih sederhana. Objek sudut (Corners)
direpresentasikan sebagai titik piksel yang memiliki selisih nilai eigen pada sumbu
x dan y paling minimal. Hasil penelitian diperoleh deteksi fitur titik sebanyak 200
titik dengan nilai tertinggi dengan nilai R > 0,01 dan berjarak 30 piksel untuk setiap
titik, sehinga dapat diproses untuk menghitung jarak titik terhadap pergeseran
video. Hasil dari stabilisasi video merupakan hasil yang baik dari deteksi fitur
dengan persentase video sesudah diproses mengalami peningkatan terhadap video
yang belum diproses. Pada 10 video yang diuji, diperoleh peningkatan kestabilan
rata-rata 2% hingga 20% dari video yang belum diproses.
Kata Kunci (Keywords)
Stabilisasi Video
Getaran pada Video
Shi-Tomasi
Lucas Kanade
Preview Dokumen
Login untuk Unduh
Hal:
0
/
0
130%
Klik tombol "Lihat Preview PDF" untuk memuat dokumen.
File akan dimuat saat user klik preview PDF.